
Warnet Pacapa- Assalamu alaikum Wr. Wb. hari ini tepatnya tanggal 1 january 2017, di saat pagi hari yang cerah ini saya duduk di depan rumah sambil menikmati terpaan cahaya matahari. Berjemur untuk menyehatkan tubuh dengan memanfaatkan sinar matahari, saat asyik duduk sambil berjemur di depan rumah dari jam 8;30 Wib hingga jam 9 pagi jalan di depan rumahpun mulai ramai oleh para pengendara sepeda motor, sepintas di lihat mereka sedang liburan kaena perubahan tahun atau memang ingin merayakannya.
Banyak pengendara motor tersebut adalah kalangan anak muda-mudi, dan ada juga yang berkeluarga membawa anaknya, entah tujuan mereka kemana itu hanya mereka sendiri dan tuhanlah yang tahu. Sepintas dalam pikiran saya timbul suatu pertanyaan yang selalu saja datan dan pergi dari isi kepala, perihal mereka-mereka yang lalu lalang mengendarai motor. Dan yang pasti para pengendara motor tersebut sedang merayakan perubahan tahun yaitu January 20017.
Nah disinilah titik persoalan yang selalu ada di pikiran saya dengan perihal tahun baru tersebut, sehingga orang-orang sangat antusias dan bersemangat merayakan tahun baru masehi itu. Sedangkan untuk merayakan tahun baru Hijriyah ( 1 Muharrom) yang di kenal orang jawa dengan Suro, Orang-orang khususnya yang Muslim tidak sesibuk dan antusias seperti merayakan tahun baru masehi.
Coba kalian amati dengan seksama di sekitar kalian dengan reaksi orang-orang sebelum datangnya tanggal 1 january, kurang lebih 1 minggu menjelang tanggal satu january 2017 banyak kalangan anak muda dan sebagian orang tua yang membuat rencana merayakannya. entah itu plessiran/ jalan-jalan ke tempat wisata tapi memang kebanyakan itu tujuan mereka, ada juga yang merayakan cara foya-foya sehingga menghabiskan banyak uang, dan banyak langkah-langkah dan cara mereka sendiri untuk merayakan tahun baru masehi.
Dan Coba kalian lihat sekitar kalian dan daerah lainya saat tiba datangnya tahun baru hijriyah (Muharram) Kalender Islam atau 1 suro kalender Jawa, Sedikitpun ketika saya mengamati sekitar dan daerah-daerah lain terutama wilayah jember, Jalan-jalan itu sepi seperti hari-hari biasa dan antusias , semangat orang-orang itu justru tidak ada sama sekali untuk merayakanya. Karena memang hanyalah segelintir saja yang bersemangat merayakan tahun baru islam dengan acara syukuran dan dzikir, ada juga yang silaturrahmi kepada kedua orang tuanya karena tidak tinggal bersama lagi.
Memang Jika saya pikir lagi lebih mendalam, menurut argumen saya sendiri tentang Tahun baru Masehi ini tidak ada manfaatnya bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Dan seakan mereka rela berfoya-foya, hingga ratusan ribu bahkan sampai jutaan hanya untuk 1 january tersebut, bahkan di saat malam menjelang tanggal 1 january biasanya mereka berkumpul di alun-alun hanya untuk melihat sebuah kembang api yang memang sama sekali tiada gunanya, justru Malam itu banyak orang-orang yang di rugikan, terutama para gadis remaja. Ya Selebihnya hanyalah tuhan yang tahu, dan yang pasti pemikiran kalian berbeda dengan pikiran saya tentang Tahun baru 1 january, ya kalian amati sendiri dan pahami apa dan di mana manfaatnya merayakan Tahun baru Masehi. Sekian.
Wassalamu Alaiku Wr Wb.
Banyak pengendara motor tersebut adalah kalangan anak muda-mudi, dan ada juga yang berkeluarga membawa anaknya, entah tujuan mereka kemana itu hanya mereka sendiri dan tuhanlah yang tahu. Sepintas dalam pikiran saya timbul suatu pertanyaan yang selalu saja datan dan pergi dari isi kepala, perihal mereka-mereka yang lalu lalang mengendarai motor. Dan yang pasti para pengendara motor tersebut sedang merayakan perubahan tahun yaitu January 20017.
Nah disinilah titik persoalan yang selalu ada di pikiran saya dengan perihal tahun baru tersebut, sehingga orang-orang sangat antusias dan bersemangat merayakan tahun baru masehi itu. Sedangkan untuk merayakan tahun baru Hijriyah ( 1 Muharrom) yang di kenal orang jawa dengan Suro, Orang-orang khususnya yang Muslim tidak sesibuk dan antusias seperti merayakan tahun baru masehi.
Coba kalian amati dengan seksama di sekitar kalian dengan reaksi orang-orang sebelum datangnya tanggal 1 january, kurang lebih 1 minggu menjelang tanggal satu january 2017 banyak kalangan anak muda dan sebagian orang tua yang membuat rencana merayakannya. entah itu plessiran/ jalan-jalan ke tempat wisata tapi memang kebanyakan itu tujuan mereka, ada juga yang merayakan cara foya-foya sehingga menghabiskan banyak uang, dan banyak langkah-langkah dan cara mereka sendiri untuk merayakan tahun baru masehi.
Dan Coba kalian lihat sekitar kalian dan daerah lainya saat tiba datangnya tahun baru hijriyah (Muharram) Kalender Islam atau 1 suro kalender Jawa, Sedikitpun ketika saya mengamati sekitar dan daerah-daerah lain terutama wilayah jember, Jalan-jalan itu sepi seperti hari-hari biasa dan antusias , semangat orang-orang itu justru tidak ada sama sekali untuk merayakanya. Karena memang hanyalah segelintir saja yang bersemangat merayakan tahun baru islam dengan acara syukuran dan dzikir, ada juga yang silaturrahmi kepada kedua orang tuanya karena tidak tinggal bersama lagi.
Memang Jika saya pikir lagi lebih mendalam, menurut argumen saya sendiri tentang Tahun baru Masehi ini tidak ada manfaatnya bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Dan seakan mereka rela berfoya-foya, hingga ratusan ribu bahkan sampai jutaan hanya untuk 1 january tersebut, bahkan di saat malam menjelang tanggal 1 january biasanya mereka berkumpul di alun-alun hanya untuk melihat sebuah kembang api yang memang sama sekali tiada gunanya, justru Malam itu banyak orang-orang yang di rugikan, terutama para gadis remaja. Ya Selebihnya hanyalah tuhan yang tahu, dan yang pasti pemikiran kalian berbeda dengan pikiran saya tentang Tahun baru 1 january, ya kalian amati sendiri dan pahami apa dan di mana manfaatnya merayakan Tahun baru Masehi. Sekian.
Wassalamu Alaiku Wr Wb.